Second Party Data: Jenis Data untuk Target Audiens Akurat

Second Party Data Zero Party Data Strategi Digital Marketing Kursus Social Media Specialist Bali Recademy
Table of Contents

Hola, our future Social Media Specialist kece! Siapa bilang sih kalau dunia data itu membosankan? Justru di sinilah keseruannya dimulai, apalagi kalau kita bicara soal cara biar targeting iklan dan konten kita di media sosial itu akurat, funky, dan on point lewat jenis data berikutnya yaitu, Second Party Data!

Sebagai anak muda yang melek digital marketing, kamu pasti sering dengar istilah First-Party Data (data dari audiens sendiri). Nah sementara itu, di tengah meningkatnya kekhawatiran audiens akan privasi, kamu juga perlu tahu tentang Zero-Party Data—ini adalah data yang informasinya diberikan secara langsung dan sukarela oleh audiens kepada brand.

Audiens memberikan data ini secara eksplisit dan berdasarkan persetujuan, misalnya melalui quiz atau survey. Data ini sangat berharga untuk personalisasi karena akurasinya lebih tinggi dan dapat meningkatkan peluang conversion karena pesannya otentik berasal dari si audiens sendiri, alias sudah auto personalized dan relevan.

Meskipun Zero-Party Data adalah kunci untuk menjadi bestie dengan audiens, untuk memperkuat dan memperluas jangkauan kamu, kali ini kita akan bahas si anak tengah yang juga gak kala strategis: Second-Party Data! Siap-siap upgrade strategi marketing kamu!

Ayo Kenalan Dulu, Apa Second-Party Data Itu?

Second Party Data Zero Party Data Kursus Social Media Specialist Bali Recademy

Singkatnya, second-party data itu adalah data milik orang lain yang dikumpulkan oleh sebuah perusahaan lain (first party data), dimana data ini bisa kamu dapatkan melalui kerja sama langsung dan saling menguntungkan (mutual benefit) antara kamu dan perusahaan tersebut. Bisa juga kita sebut dengan kerja sama B2B atau Business to Business.

Bayangkan begini: Kamu punya brand baju streetwear. Temanmu punya brand sepatu sneakers yang target audiensnya mirip banget sama kamu. Daripada capek-capek cari data baru, kenapa nggak kolaborasi?

Data pelanggan loyal si brand sepatu itu (yang notabene adalah First-Party Data mereka) dapat kamu akses juga sebagai data kamu, dan voila! Data itu jadi Second-Party Data buat brand kamu.

Baca selengkapnya: Zero Party Data vs First Party Data: Mana Lebih Efektif untuk Bisnismu?

Second-Party Data, Si Data yang Akurat nan Relevan dalam Skala Lebih Besar

Second Party Data Zero Party Data Strategi Digital Marketing Kursus Social Media Specialist Bali Recademy

Kualitasnya Tinggi: Sama kayak First-Party Data, data ini dikumpulkan langsung dari sumbernya (pelanggan partner). Jadi, kualitas dan akurasinya nggak perlu diragukan. Kamu punya transparansi penuh terhadap sumbernya.

Transparansi: Kamu tahu persis dari mana data itu berasal dan bagaimana data itu dikumpulkan, beda dengan Third-Party Data yang sumbernya misterius.

Relevansi: Kamu pasti pilih partner yang punya core bisnis yang sama dengan audiens yang relate dengan produkmu juga, kan? Jadi, datanya sudah pasti relevan!

Deep Dive dan Auto Bestie sama Pelanggan dengan Second-Party Data

Sebagai Social Media Specialist yang baru terjun, kamu pasti ingin iklanmu nggak zonk dan budget nggak terbuang sia-sia. Di sinilah second party data bakal jadi pahlawan super kamu:

  1. Memperluas Jangkauan Audiens Baru yang Relevan

First-Party Data kamu mungkin keren, tapi terbatas pada yang sudah tahu brand kamu. Dengan second-party data, kamu bisa menjangkau audiens baru yang literally sudah terbukti tertarik pada produk sejenis (karena mereka beli di partner kamu). Ini adalah salah satu strategi digital marketing paling smart untuk membangun Lookalike Audience yang jauh lebih akurat di platform media sosial.

  1. Deep Dive ke Insight Pelanggan

Dengan menggabungkan data ini, kamu akan mendapatkan pemahaman (insight) yang lebih holistik. Kamu bisa tahu: Demografi pelanggan partner, minat dan perilaku mereka di luar website kamu, hingga history pembelian mereka di tempat lain. Informasi ini sangat berharga untuk membuat konten media sosial yang personal dan engaging.

  1. Lebih Efisien dan Hemat Biaya

Model kerja sama second-party data memungkinkan kamu menekan biaya akuisisi data dan fokus pada marketing campaign yang sudah terbukti efektif. Kolaborasi ini seringkali didasari oleh pertukaran nilai, menjadikannya strategi marketing yang efisien, Guys!

Contoh Jenis Second-Party Data yang Bisa Kamu Dapatkan

Data Perilaku Website: Halaman apa yang paling sering dikunjungi audiens partner? Produk apa yang mereka masukkan ke keranjang tapi tidak dibeli (cart abandonment)?

Data Loyalitas: Apakah mereka anggota program loyalitas partner? Seberapa sering mereka berbelanja?

Data Demografi: Informasi usia, lokasi, atau jenis kelamin yang dikumpulkan partner saat pendaftaran.

Tantangan Second-Party Data: Bukan Berarti Tanpa Hambatan

Meskipun second-party data menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa hal yang harus kamu aware sebelum menjalin kemitraan:

Keterbatasan Skala: Dibandingkan Third-Party Data yang masif, skala second party data bergantung penuh pada ukuran dan jangkauan audiens partner kamu. Jika partnernya kecil, datanya juga terbatas.

Perlu Upaya dalam Pencarian Partner: Kamu harus proaktif mencari partner yang klop secara bisnis dan memiliki kualitas data yang baik. Proses negosiasi dan pembuatan kesepakatan bisa memakan waktu dan sumber daya.

Masalah Kompatibilitas Data: Data yang kamu terima dari partner mungkin tidak langsung cocok dengan sistem atau format datamu. Diperlukan upaya data cleansing dan integrasi agar data tersebut bisa dimanfaatkan.

Bergantung pada Hubungan: Keberhasilan data ini sangat bergantung pada keberlanjutan dan kepercayaan hubungan antar-bisnis. Jika kemitraan bubar, sumber datamu akan hilang.

Tetap Aware dengan Etika dan Kepercayaan, Be Smart and Safe!

Second Party Data Strategi Digital Marketing Kursus Social Media Specialist Bali Recademy

Sebagai Social Media Specialist yang cerdas dan beretika, kamu harus ingat bahwa second party data hanya bisa didapatkan jika ada kepercayaan dan persetujuan yang sah (consent) dari pelanggan dan partner. Pastikan partner kamu mengumpulkan data secara etis dan sesuai dengan regulasi privasi data yang berlaku. Transparansi adalah kunci!

Second-Party Data dan Zero-Party Data adalah dua pilar penting dalam strategi digital marketing modern. Jika Zero-Party Data memberimu detail kebutuhan audiens untuk personalisasi yang intens, second party data memberimu skala dan jangkauan audiens baru yang lebih luas dan lebih relevan. Level up strategi marketing kamu dengan memanfaatkan kolaborasi duet maut kedua data ini!

Nah kalau kamu tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang serba-serbi dunia social media sekaligus bagaimana strategi digital marketing yang efektif, Recademy jadi pilihan Kursus Social Media Specialist Bali yang tepat! Dirancang sebagai ruang belajar dan kursus digital marketing di Bali untuk freelancer dan business owner, Recademy siap bantu kamu untuk upgrade skill di dunia digital marketing!

Jadi, mulai sekarang jangan cuma mengandalkan data sendiri aja! Mulailah mencari partner bisnis yang klop dan ajukan ide kolaborasi second-party data ini untuk memperkuat strategi digital marketing kamu. Good luck!

Baca juga:

 

Follow Us on Instagram