Typography Experimental, Tren Huruf yang Wajib Kamu Coba!

Typographic Experimental The Maximum Contrast Kursus Social Media Specialist Bali Recademy
Table of Contents

Typography Experimental! Di tengah lautan konten yang padat nan bejibun, mata audiens itu cuma butuh 3 detik untuk memutuskan: scroll atau stop? Dan tahu enggak sih, salah satu hero utama yang menentukan nasib kontenmu itu selain warna adalah huruf alias tipografi!

Kalau dulu desain harus rapi, simetris, dan ‘aman’, sekarang eranya beda! Anak muda suka yang unik, berani, dan ‘pecah’. Inilah saatnya kamu kenalan sama tren typography paling hype di dunia desain visual: Typography Experimental!

Udah siap bikin kontenmu viral dan eye-catching? Let’s break it down!

Apa Itu Typography Experimental?

Sebelum kita masuk ke yang ‘liar-liar’, kita samakan dulu persepsi dasarnya.

1. Apa Itu Typography?

Secara simpel, apa itu typography? Typography adalah seni dan teknik menata huruf agar teks dapat dibaca, legible (mudah dikenali), dan menarik secara visual.

Ini mencakup pemilihan font, ukuran, jarak antar huruf (kerning), jarak antar baris (leading), dan penempatan secara keseluruhan. Intinya, tipografi itu “nyawa” visual dari teks. Typography sekarang udah bukan sekedar alat penyampai pesan, tapi juga soul, jiwa, nyawa, yang bisa turut mempengaruhi psikologis audiens. Audiens bisa auto baper juga lihat font atau typeface brand mu!

Baca juga: Psikologi Font: Ternyata Font Bisa Bikin Audiens Baper!

 

2. Membedah ‘Font’, ‘Typeface’, dan ‘Typography’

Typeface adalah… desain visual dari huruf (misalnya, Arial, Helvetica, atau Times New Roman). Ini adalah keluarga hurufnya.

Font adalah… file digital yang memungkinkan kamu menggunakan typeface dengan berbagai style (Bold, Italic, Light). Jadi, Helvetica Bold itu adalah font, dan Helvetica itu typeface.

Baca selengkapnya: Typeface vs Font: Sama-sama Huruf Tapi Apa Bedanya Ya?

Typography? Seni menata si typeface dan font ini di dalam sebuah layout.

Nah, sekarang balik ke yang utama! Typography Experimental adalah gaya tipografi yang mendobrak semua aturan di atas. Ini adalah penggunaan huruf yang dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi elemen visual utama, bahkan terkadang mengorbankan sedikit keterbacaan demi dampak artistik dan ekspresi emosi yang maksimal.

Ini adalah penggunaan huruf yang: distorted, stretched, overlapping, deconstructed, atau bahkan bergerak (kinetic type)!

Kenapa Typography Experimental Patut Dicoba?

Sebagai Creative Designer yang dituntut untuk selalu fresh dan relevan terhadap berbagai gaya konten di social media nowadays, ada beberapa alasan kenapa kamu harus melirik tren ini:

  1. Memaksimalkan Dampak Visual

Di Instagram atau TikTok, kamu hanya punya sepersekian detik untuk mencuri perhatian. Typography Experimental langsung bekerja sebagai hook visual. Ketika huruf-huruf di-distort atau di-tumpuk secara kreatif, itu menciptakan visual hierarchy yang kuat dan membuat kontenmu menonjol dari yang lain.

  1. Menciptakan Nuansa Edgy dan Modern

Gaya ini identik dengan estetika anak muda, street style, dan budaya pop-vox yang cepat nan trendy. Penggunaan typography experimental secara instan membuat brand atau kontenmu terasa modern, berani, dan relevan (anak muda banget!).

  1. Ekspresi Vibe yang Lebih Kuat

Kamu bisa menggunakan teknik stretching untuk kesan lambat dan melankolis, atau teknik glitch dan broken type untuk kesan rebel, cepat, futuristic, modern dan energik. Tipografi tidak lagi hanya membaca, tapi juga merasakan.

Tiga Ide Typography Experimental untuk Kontenmu!

Mau langsung praktik? Yuk buruan coba tiga teknik dasar ini:

  1. The Distorted Stack

Cara Kerja: Tumpuk beberapa baris teks di atas satu sama lain (overlapping), lalu berikan efek stretching (melar) atau shearing (miring) yang ekstrem pada salah satu baris.

Typographic Experimental Distorted Stack Kursus Social Media Specialist Bali Recademy
Source: Pinterest

Efek: Menciptakan kedalaman visual dan kesan dinamis, cocok untuk announcement yang bold.

  1. The Broken / Glitch Type

Cara Kerja: Gunakan font dengan style yang tampak terpotong-potong, terpecah, atau diberi efek digital glitch.

Typographic Experimental Glitch Text Kursus Social Media Specialist Bali Recademy
Source: Pinterest

Efek: Vibe futuristik, digital, dan rebel. Sangat powerful untuk konten tentang teknologi, musik, atau gerakan sosial.

  1. The Maximum Contrast

Cara Kerja: Gabungkan dua jenis font / typeface yang sangat kontras (misalnya, Sans Serif yang sangat tebal dengan Serif yang sangat tipis dan elegan) dalam satu headline.

Typographic Experimental The Maximum Contrast Kursus Social Media Specialist Bali Recademy
Source: Pinterest

Efek: Menarik perhatian karena kontrasnya yang ekstrem, membuat audiens harus berhenti dan membaca.

Typography Experimental: Berani Eksplor dengan Melanggar Aturan

Ingat, kunci dari Typography Experimental adalah keberanian untuk bermain, bereksperimen, dan eksplorasi dengan melanggar aturan. Prinsip ini, sama banget sama prinsipnya Papan Bunga Andre Taulany yang terkenal dengan prinsip “Pattern Disruption” nya!

So, kamu gak perlu takut untuk mencoba-coba font yang aneh atau penataan yang ‘salah’. Karena di dunia media sosial, yang ‘salah’ hari ini, bisa jadi tren keren di keesokan harinya!

Sebagai Kursus Social Media Speciliast Bali, Recademy punya insight seru soal Psikologi Warna dan Psikologi Font. Semua insight ini bisa kamu dapatin secara daging banget, di kelas “Social Media Design Do’s and Don’t’s”.

Di sini, di Kursus Digital Marketing Bali by Recademy kamu tentunya bisa asah taste lebih dalam soal penggunaan serta pemilihan jenis huruf di brand, yang gak boleh asal-asalan! Walau memang gak ada aturan baku dalam memilih typeface / font, tapi yang penting kamu paham dengan typography beserta trennya yang harus mampu menjadi ekspresi kuat dari brand identity dan brand character mu!

Selamat bereksperimen, our future Creative Designer! Let’s rock your social media content, bikin konten yang anti-mainstream! Share juga pendapat kamu di kolom komentar ya.

Baca juga:

Follow Us on Instagram