Typeface vs Font: Sama-sama Huruf Tapi Apa Bedanya Ya?

Kursus Digital Marketing di Bali Beda Typeface dan Font Recademy
Table of Contents

Kursus Digital Marketing di Bali Typeface vs Font Recademy

Hayo, siapa disini anak design atau jangan-jangan kamu nih, yang masih bingung soal typeface vs font? Pernah nggak sih kamu mikir, “Kenapa sih banyak banget jenis huruf? Terus apa lagi sih bedanya typeface vs font? Perasaan sama aja deh..”

Nah mungkin di dunia desain atau media sosial, istilah typeface vs font sering banget kamu terdengar, tapi ternyata nggak semua orang paham perbedaan pentingnya. Emang sih bedanya tipis-tipis, cuma ini yang bikin kita kadang jadi sering salah kaprah atau salah paham soal penyebutan dan penggunaannya.

Nah biar kamu makin jago soal dunia typography dan nggak cuma asal pilih typeface vs font, yuk kita bedah lebih dalam tentang typeface vs font, biar kontenmu jadi lebih sesuai brand image dan brand character!

Typeface vs Font: Apa Itu Typeface?

Kursus Digital Marketing di Bali Beda Typeface dan Font Recademy

Kalau kita ngomongin soal typeface, ini adalah nama dari “keluarga” besar huruf. Jadi, typeface adalah gaya dasar yang meliputi sekumpulan huruf, angka, dan simbol yang dirancang dengan karakteristik yang sama.

Bisa dibilang, typeface itu adalah desain visual secara keseluruhan dari satu set huruf alias induk huruf yang memiliki berbagai elemen desain dengan ketebalan dan jarak spasi yang bervariasi.

Bayangin deh, typeface itu kayak pakaian yang dipakai seluruh anggota keluarga. Misalnya, kalau kamu milih typeface seperti Helvetica, kamu sudah memilih satu pakaian besar untuk seluruh keluarga kamu. Alias keseluruhan desain untuk huruf-huruf, angka, bahkan simbol yang digunakan di dalamnya. Jadi, typeface lebih ke keluarga besar font yang mencakup semua varian font dari satu gaya desain.

Beberapa contoh typeface yang sering digunakan dalam desain digital dan media sosial adalah Helvetica, Times New Roman, dan Roboto. Semua ini punya gaya dasar yang konsisten meskipun ada beberapa perbedaan di setiap variannya.

Typeface vs Font: Apa Itu Font?

Lalu, font itu apa? Kalau typeface itu keluarga besar, maka font itu adalah anggota dari keluarga tersebut yang lebih spesifik. Font merujuk pada variasi spesifik dari typeface, seperti ukuran huruf, ketebalan, atau gaya tertentu.

Misalnya, kalau kamu pilih typeface Helvetica, maka yang disebut font adalah Helvetica dengan berbagai ukuran dan gaya, seperti Helvetica Bold atau Helvetica Light. Jadi, font adalah penerapan lebih lanjut dari typeface, yang menyesuaikan dengan kebutuhan desain tertentu.

Kursus Digital Marketing Bali Typeface vs Font Helvetica Recademy

Untuk lebih jelasnya, misalnya Helvetica itu adalah typeface. Tetapi ketika kamu pilih Helvetica Bold 12pt atau Helvetica Regular 10pt, yang kamu pilih adalah font. Jadi, font itu adalah varian dari typeface.

Typeface vs Font: Letak Perbedaan Lebih Dalamnya Gimana Sih?

Sekarang skuy kita bedah lebih dalam, kenapa sih typeface dan font bisa jadi beda banget padahal kan keduanya berhubungan dengan huruf yang sama?

  1. Type vs Variasi
    Intinya, typeface adalah kategori umum dari huruf yang kamu pilih, sedangkan font adalah spesifikasi dari typeface Misalnya, Arial adalah typeface, tapi kalau kamu pilih Arial Regular 12pt, itu adalah font. Kalau kamu pilih Arial Bold 14pt, itu font juga, tapi dengan ketebalan yang berbeda.
  2. Desain vs Pengaturan
    Typeface adalah desain dasar dari huruf yang kamu pilih. Font adalah pengaturan spesifik dari desain tersebut, seperti ukuran dan ketebalan. Kamu bisa mengubah font dalam typeface yang sama, misalnya, memilih Helvetica Regular atau Helvetica Bold tanpa mengganti typeface itu sendiri.
  3. Konsistensi Desain vs Fleksibilitas
    Typeface itu jatuhnya lebih ke konsistensi desain. Begitu kamu sudah memilih typeface, itu berarti kamu sudah memilih gaya desain huruf yang akan membentuk seluruh identitas brand. Sebaliknya, font bisa kasi kamu fleksibilitas untuk memilih variasi huruf yang sesuai dengan kebutuhan desain yang lebih spesifik.
  4. Keluarga vs Anggota
    Coba bayangin typeface itu keluarga besar, sementara font itu seperti anak-anak yang ada dalam keluarga tersebut. Semua punya karakteristik dasar yang serupa, tapi tentu aja setiap anggota juga punya ciri khasnya sendiri. Jadi, font itu adalah “anak-anak” dari typeface.

Typeface vs Font Penting Banget untuk Strong Brand Identity!

Bagi kamu yang baru banget terjun di dunia digital marketing, social media, atau bahkan desain visual, perbedaan antara typeface dan font itu jadi bener-bener penting tugasnya buat bikin brand kita jadi lebih elevate! Kenapa?

  1. Bikin Brand Identity Jadi Lebih Kuat
    Typeface yang tepat sama dengan kesan pertama yang kuat tentang brand kamu! Misalnya, kalau kamu pilih typeface Roboto, yang masuk ke dalam kategori font Sans-Serif si keluarga huruf tegak putus tegas, maka brand kamu bakal terlihat jadi lebih modern dan clean. Sedangkan jika kamu pilih typeface Georgia yang masuk ke dalam kategori keluarga Serif alias huruf tegak bersambung maka kesannya akan lebih klasik dan elegan.
  2. Baca yang Nyaman
    Font yang tepat so pasti bakal membuat teks kado lebih mudah dibaca. Coba deh bayangin kalau font yang dipilih terlalu kecil atau terlalu besar atau bahkan terlalu variatif, pasti audiens kamu bakal kesulitan baca, kan? Jadi, memilih font yang nyaman dan sesuai ukuran adalah kunci untuk menyampaikan pesan secara efektif.
  3. Sesuaikan dengan Vibe dan Mood
    Typeface juga bisa mengubah mood atau vibe yang ingin kamu sampaikan, alias Typeface bisa bikin baper! Serif fonts (seperti Times New Roman) memberikan kesan lebih formal, sementara sans-serif fonts (seperti Arial) lebih santai dan modern. Jadi, pilih dengan bijak sesuai vibe yang ingin kamu tampilkan dari brand kamu! Dan noted juga, kalau penggunaannya harus tetap konsisten baik di social media and website kamu ya!

Typeface vs Font, Jangan Sampai Ketuker Lagi Ya!

Nah udah paham kan sekarang bedanya typeface vs font? Fix, jangan sampai kebingungan lagi ya, karena meskipun keduanya berhubungan dengan huruf, masing-masing punya peran yang berbeda.

Typeface adalah gaya besar, sementara font adalah aplikasinya dalam ukuran dan ketebalan yang lebih spesifik. Ini bukan cuma soal estetika atau indah-indah doang, tapi juga soal efektivitas, dan kenyamanan audiens saat melihat konten kamu. Ibaratnya itu UI/UX dari desain kita!

Kalau kamu masih bingung untuk ngedalemin soal font entah itu tentang typeface, font, atau bahkan psikologi font, no worries guys! Sebagai Kursus Digital Marketing di Bali, Recademy punya insight seru soal Psikologi Warna dan Psikologi Font. Semua insight ini bisa kamu dapatin secara daging banget, di kelas “Social Media Design Do’s and Don’t’s”.

Di sini, di Kursus Digital Marketing Bali by Recademy kamu tentunya bisa asah taste lebih dalam soal penggunaan serta pemilihan jenis huruf di brand, yang gak boleh asal-asalan! Walau memang gak ada aturan baku dalam memilih font, tapi yang penting kamu paham dengan typeface vs font yang mampu merepresentasikan karakter brand kamu!

Sekarang, karena udah lebih paham pasti kamu jadi auto lebih percaya diri dalam memilih typeface dan font yang tepat untuk branding kamu. Yuk, mulai eksplorasi dunia typeface vs font dan kuatkan lagi brand identity kamu hingga jadi top of mind di setiap audiens! Share juga pendapat kamu soal font, di kolom komentar ya!

Baca juga:

Follow Us on Instagram