Psikologi Warna Untuk Bisnis Kuliner? Ini Tips Rahasianya!

Kursus Digital Marketing di Bali Psikologi Warna Untuk Bisnis Kuliner Hijau Recademy
Table of Contents

Kursus Digital Marketing di Bali Psikologi Warna Untuk Bisnis Kuliner Hijau Recademy

Psikologi warna untuk bisnis kuliner! Ayo ngaku, kamu masih ingat gak sih kalau warna itu punya pengaruh besar banget dalam keputusan audiens memilih produk?

Yes, bener banget! Warna itu lebih dari sekedar bias cahaya. Ternyata, warna bisa mempengaruhi mood, perasaan, dan bahkan keputusan beli. Gak percaya? Yuk, simak penjelasan ini!

Dalam dunia bisnis kuliner, memilih palet warna yang tepat buat brand itu krusial banget. Gak bisa sembarangan milih warna, karena warna bakal jadi first impression audiens buat menilai kualitas pelayanan kamu. Apalagi kalau bisnis kuliner kamu pengen tampil beda, punya unique selling point tersendiri, dan menarik perhatian banyak orang.

Kalau kemarin kita udah bahas psikologi warna untuk bisnis travel, maka sekarang kita bakal bahas tuntas tentang psikologi warna untuk bisnis kuliner kamu. Buat kamu yang masih bingung gimana cara milih warna yang pas buat brand kuliner, yuk baca artikel ini!

Psikologi Warna: Masih Ingat? Review Lagi, Yuk!

Kursus Digital Marketing Bali Psikologi Warna Untuk Bisnis Kuliner Merah Kuning Recademy

Sebelum kita masuk ke rekomendasi warna yang cocok buat bisnis kuliner, penting banget buat kamu tahu dulu apa sih itu psikologi warna.

Psikologi warna itu ilmu yang mempelajari bagaimana warna bisa mempengaruhi emosi, perilaku, dan persepsi manusia. Setiap warna punya makna dan efek yang berbeda lho, bisa bikin kita merasa bahagia, tenang, bahkan lapar!

Contohnya aja brand McD yang punya warna merah dan kuning. Ternyata, dua warna ini punya psikologi warna yang bisa ngebangun perasaan excitement dan happiness yang pas banget buat brand makanan cepat saji. Yang selaras juga dengan brand image atau brand character McD!

Jadi, kalau McD tiba-tiba ganti warna brand-nya, rasanya kok ada yang kurang ya?

Psikologi Warna Untuk Bisnis: Kalau Kuliner Warna Apa yang Tepat?

Kursus Digital Marketing Bali Psikologi Warna Untuk Bisnis Kuliner Hijau Recademy

Sama seperti warna untuk bisnis travel, brand dengan bisnis kuliner, harus menentukan terlebih dahulu tentang brand image atau brand character seperti apa yang ingin kamu sampaikan.

Biasanya untuk bisnis kuliner, kamu bisa memanfaatkan psikologi warna untuk memberi kesan ramah, terpercaya, bahkan bisa bikin audiens lapar hanya dengan melihat potongan produk kamu! Istilahnya, lewat psikologi warna yang tepat, kamu harus bisa membuat audiens mu ngiler atau tempting saat melihat produk kamu. Dan pada akhirnya membuahkan transaksi pembelian.

Jangan lupa kalau palet warna ini bakal digunakan di segala assets yang berhubungan dengan brand mu baik itu logo, company profile, pricelist, website sampai segala social media bisnis kamu.

Psikologi Warna: Rekomendasi Warna untuk Bisnis Kuliner

Yuk, simak beberapa warna yang sering dipakai dalam bisnis kuliner, lengkap dengan pengaruhnya!

  1. Merah: Psikologi Warna Energi dan Kegembiraan
    Merah itu identik dengan energi, semangat, dan kegembiraan. Gak heran kalau banyak restoran atau brand kuliner pakai merah, karena bisa merangsang rasa lapar, tempting, dan menarik perhatian. Jadi, buat bisnis kuliner yang mau menarik perhatian orang dan bikin mereka cepet keroncongan, merah adalah pilihan yang tepat guys!
  2. Kuning: Psikologi Warna Kebahagiaan dan Optimisme
    Kuning itu simbol dari kebahagiaan, optimisme, dan kehangatan. Warna ini bisa kasi kesan yang ceria dan ramah, cocok banget buat restoran keluarga atau tempat makan yang santai. Tapi, hati-hati ya, penggunaan kuning yang terlalu banyak juga bisa bikin penglihatan audiens terganggu, jadi jangan kebanyakan!
  3. Oranye: Psikologi Warna Keinginan dan Kegembiraan
    Oranye itu warna yang enerjik dan bisa membangkitkan keinginan atau bisa juga identic dengan kesegaran. Cocok banget buat kamu yang jualan makanan atau minuman yang bisa bikin orang langsung haus atau lapar. Apalagi kalau target pasar kamu adalah anak muda atau Gen Z yang suka sesuatu yang vibrant, fresh, dan colourfull!
  4. Hijau: Psikologi Warna Segar dan Sehat
    Hijau itu simbol dari alam dan kesehatan, jadi pas banget buat bisnis kuliner yang fokus pada makanan sehat atau organic kayak plant based. Warna ini bisa banget memberikan kesan yang segar, alami, dan menenangkan. Selaras banget buat brand yang punya unique selling sebagai makanan yang menyehatkan.
  5. Biru: Psikologi Warna Kepercayaan dan Ketenangan
    Meskipun jarang dipakai di restoran, biru itu identic banget dengan makna tenang dan bisa menumbuhkan rasa percaya. Warna ini cocok banget buat restoran yang mengusung konsep relaksasi atau yang ingin menunjukkan kualitas dan profesionalisme. Meskipun begitu, kamu juga harus pinter-pinter ya untuk memadukan warna biru dengan warna lain biar gak terkesan terlalu pucat dan cool tone.

Psikologi Warna untuk Bisnis: Warna adalah Main Assets

Kursus Digital Marketing Bali Psikologi Warna Untuk Bisnis Kuliner Merah Muda Recademy

Ingat, dengan kita memilih kombinasi warna yang tepat, brand kamu jadi punya identity yang kuat serta nantinya berpotensi untuk ngeboost brand awareness & engagement ke audiens. Jadi, pastiin ya kalau kamu memilih warna dengan psikologi yang selaras sama brand image dari bisnis kuliner-mu.

Karena warna gak cuma sekedar soal estetika, tapi juga soal emosi dan kesan yang kamu mau bangun antara brand mu dengan audiens. Jangan takut juga untuk mix and match kombinasi warna yang vibrant, tempting, dan paling resonan dengan audiens!

Selain itu, warna bisa jadi salah satu main assets, yang bisa jadi impuls atau pemantik reaksi di otak audiens agar langsung teringat dan tertuju ingatannya pada brand kamu! Alias, jadi top of mind! Ini namanya the power of, Distinctive Brand Assets atau DBA.

Sebagai Kursus Digital Marketing Bali, Recademy punya insight seru lainnya seputar desain visual di social media yaitu tentang Psikologi Warna dan satu lagi yaitu, Psikologi Font.

Semua insight berdaging ini bisa kamu dapatin di kelas “Social Media Design Do’s and Don’t’s”. Di sini kamu bakal jadi lebih aware soal pemakaian warna dan jenis huruf di brand yang gak boleh ngasal, karena semua punya emosinya tersendiri!

Kursus Digital Marketing di Bali by Recademy ini dirancang intensif dengan terdiri dari dua main program yaitu offline workshop dan online bootcamp, yang bisa kamu sesuaiin dengan kebutuhan time management dan gaya belajar kamu.

Jadi, setelah kemarin bisnis travel, sekarang udah nentuin psikologi warna yang pas buat brand bisnis kulinermu?

Baca juga:

Follow Us on Instagram